Sawah Tergerus Tambang, DPRD Kukar Khawatir Nasib Petani Tenggarong Seberang 10 Tahun ke Depan

img

Anggota DPRD Kukar, Dedik Harianto. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Berkurangnya lahan persawahan di tengah aktivitas pertambangan menjadi perhatian DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

 

Kondisi tersebut dinilai perlu dipikirkan sejak sekarang karena menyangkut keberlanjutan mata pencaharian masyarakat Tenggarong Seberang dalam jangka panjang.

 

Anggota DPRD Kukar, Dedik Harianto mengatakan, Tenggarong Seberang selama ini memiliki peran penting sebagai salah satu kawasan penghasil pangan.

 

Namun, keberadaan aktivitas pertambangan turut menghadirkan tantangan terhadap keberlangsungan lahan pertanian di wilayah tersebut.

 

“Tenggarong Seberang itu memang benar lumbung pangan, akan tetapi kita ini juga menghadapi sebuah tantangan, juga ancaman,” ujarnya saat ditemui gedung DPRD Kukar pada Senin (28/9/2026).

 

Ia menyebut salah satu wilayah yang menghadapi persoalan tersebut adalah Desa Buanajaya.

 

Mayoritas masyarakat di desa itu bekerja sebagai petani, sementara lahan persawahan mulai berkurang akibat masuknya sebagian wilayah pertanian ke area pertambangan.

 

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi saat ini. Ia mengajak masyarakat dan pemerintah melihat dampaknya dalam rentang 10 hingga 20 tahun mendatang, khususnya ketika aktivitas pertambangan sudah tidak lagi menjadi sumber ekonomi.

 

“Kalau seandainya tambang itu sudah tidak ada, sedangkan keahlian dan kemampuan masyarakat kita itu salah satunya adalah bertani, terus mau ngapain?” tuturnya.

 

Pertanyaan tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sektor.

 

Selain mempertahankan pertanian yang masih ada, warga juga perlu mulai mengembangkan keterampilan dan sumber penghasilan lain yang dapat menopang kehidupan keluarga.

 

Salah satu alternatif yang mulai dikenalkannya adalah peternakan ayam petelur.

 

Ia melihat usaha tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan karena menghasilkan produk yang dapat dipasarkan secara rutin.

 

“Ayam telur itu menurut saya kalau di sana sangat berpeluang, karena teman-teman tahu ayam telur itu setiap hari bertelur,” jelasnya.

 

Untuk memberikan contoh secara langsung, ia mengaku telah mencoba memelihara ayam petelur di rumahnya.

 

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa terdapat pilihan usaha lain yang dapat dikembangkan ketika lahan pertanian semakin terbatas.

 

Ia berharap masyarakat dapat melihat peternakan bukan sekadar usaha tambahan, tetapi sebagai salah satu alternatif sumber pendapatan yang bisa dikembangkan sesuai potensi desa.

 

“Sejelek-jeleknya nanti kita sudah tidak bisa bertani di desa kita, kita masih bisa hidup dengan cara peternakan,” tuturnya.

 

Selain diversifikasi usaha, ia juga menaruh perhatian pada keterlibatan generasi muda.

 

Menurutnya, anak muda memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengembangkan pengetahuan dan mencoba pola usaha baru.

 

Ia menggandeng anak muda yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian maupun peternakan untuk ikut memberikan wawasan kepada masyarakat di desa.

 

Langkah itu dinilai penting karena sebagian petani yang sudah berusia lanjut terkadang membutuhkan pendampingan ketika diperkenalkan dengan bidang usaha yang belum mereka kuasai.

 

“Teman-teman anak muda yang masih kuliah di jurusan pertanian, peternakan itu saya rangkul untuk sama-sama kita peduli sama desa kita,” kata dia.

 

Ia menilai keberlangsungan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kondisi saat ini.

 

Perubahan fungsi lahan, perkembangan pertambangan, serta tantangan sektor pertanian membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan tambahan agar tetap memiliki pilihan ketika terjadi perubahan ekonomi.

“Kalau petani yang masih muda kalau diajak untuk mencoba sesuatu yang baru itu kadang mereka bilang enggak tahu caranya, enggak tahu ilmunya. Makanya saya mengajak anak-anak muda untuk ikut serta membantu, memberi wawasan, memberi ilmu,” pungkasnya. (Adv/Kriz)